Jerman Tolak Terlibat Perang Melawan Iran, NATO Terpecah
Sumber Foto: news.fin.co.id
Internasional

Jerman Tolak Terlibat Perang Melawan Iran, NATO Terpecah

Latar News - fin.co.id - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah sejumlah negara anggota NATO mulai menunjukkan sikap berbeda terhadap konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Salah satu negara yang secara tegas menyatakan tidak akan terlibat dalam peperangan tersebut adalah Jerman.

Pemerintah Jerman memastikan tidak akan ikut dalam operasi militer melawan Republik Islam Iran yang dipicu oleh serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat.

Sikap ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara negara-negara Barat mengenai bagaimana merespons konflik yang terus memanas di kawasan tersebut.

Pernyataan resmi ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, yang menegaskan bahwa Berlin lebih memilih pendekatan diplomasi dan de-eskalasi ketimbang ikut memperluas konflik.

Menurut Pistorius, Jerman tidak memiliki rencana untuk terlibat dalam perang yang dapat memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah.

“Jerman tidak akan bergabung dalam perang melawan Iran,” ujar Pistorius sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency pada Rabu (4/3/2026).

Ia menambahkan bahwa pemerintah Jerman hanya akan berfokus pada upaya meredakan ketegangan dan mendorong solusi damai agar konflik tidak semakin meluas.

NATO Terpecah Sikapi Konflik Iran

Sikap Jerman ini memperlihatkan adanya perbedaan posisi di dalam aliansi militer Barat, khususnya di tubuh NATO.

Walaupun Amerika Serikat merupakan salah satu negara utama dalam aliansi tersebut, beberapa negara Eropa tampaknya enggan mengikuti langkah Washington dalam menghadapi Iran secara militer.

Sebelum Jerman menyampaikan sikapnya, Inggris lebih dulu menyatakan tidak akan ikut dalam operasi militer terhadap Iran. Bahkan, Spanyol mengambil sikap yang lebih keras dengan melarang penggunaan wilayah dan pangkalan militernya untuk menyerang Iran.

Donald Trump, dilaporkan menunjukkan kemarahan atas keputusan Madrid.

Trump bahkan mengancam akan mempertimbangkan langkah ekonomi terhadap Spanyol, termasuk kemungkinan pemutusan hubungan dagang sebagai bentuk tekanan diplomatik.