Pelukis Haryanto Mengangkat Isu Kerusakan Hutan dalam Pameran Tunggal di Batam
Sumber Foto: J5newsroom
Latar Isu

Pelukis Haryanto Mengangkat Isu Kerusakan Hutan dalam Pameran Tunggal di Batam

Batam - Pelukis asal Batam, Haryanto, SSR, kembali menggelar pameran tunggal yang mengangkat tema kerusakan hutan dan dampak bencana alam. Pameran ini menjadi sarana untuk menggugah kesadaran publik terhadap isu lingkungan yang semakin mendesak.

Haryanto mengungkapkan bahwa minatnya untuk menyampaikan pesan ini muncul setelah menyaksikan berbagai pemberitaan mengenai bencana alam, seperti banjir dan longsor, yang melanda beberapa wilayah di Sumatra. Ia menilai bahwa bencana tersebut sering kali berkaitan dengan penebangan hutan liar dan eksploitasi alam yang dilakukan tanpa memperhatikan dampak jangka panjang.

"Sebagai pelukis, saya mencoba menerjemahkan kegelisahan itu ke dalam ide-ide visual lewat lukisan. Saya ingin menghadirkan refleksi, baik tentang dampak bencana maupun pertanyaan siapa yang sebenarnya berada di balik semua ini," kata Haryanto.

Teknik Lukisan yang Diterapkan

Dalam pameran ini, Haryanto mengusung perpaduan teknik realis dan naif dekoratif. Teknik realis digunakan untuk menciptakan visual yang mendekati kenyataan, sehingga pesan yang disampaikan terasa lebih kuat. Sementara itu, pendekatan naif dekoratif diambil sebagai simbol kejujuran dan kepolosan pandangan terhadap alam.

"Naif dekoratif itu lebih berbicara apa adanya, seperti cara pandang anak-anak yang tulus terhadap alam. Sedangkan realis memberi kekuatan pada visual yang sesungguhnya," jelasnya.

Pentingnya Kesadaran Kolektif

Pesan utama yang ingin disampaikan melalui karya-karyanya adalah pentingnya kesadaran kolektif untuk melindungi hutan dari keserakahan manusia. Haryanto menegaskan bahwa eksploitasi alam tanpa pertimbangan keberlanjutan hanya akan mewariskan kerusakan bagi generasi mendatang.

Penggalangan Dana untuk Korban Bencana

Pameran ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang apresiasi seni, tetapi juga sebagai wadah penggalangan dana bagi korban bencana alam di Sumatra. Haryanto membuka peluang bagi pihak-pihak yang ingin berkolaborasi dalam kegiatan serupa di masa depan.

Konsep Visual Pameran

Berbeda dari pameran lukisan lainnya yang biasanya menggunakan latar polos, Haryanto memilih menggunakan latar visual berupa gambaran hutan yang tenteram, damai, dan teduh. Latar ini menjadi simbol harmoni alam yang seharusnya dijaga dan menyatukan konsep besar pameran yang diusungnya.

Dengan goresan kuasnya, Haryanto berharap seni tidak hanya menjadi medium estetika, tetapi juga ruang kontemplasi dan pengingat akan tanggung jawab manusia terhadap kelestarian lingkungan.