Persidangan Kasus Dugaan Korupsi Videografer di Karo Penuh Emosi
Sumber Foto: facebook.com
Asal Perkara

Persidangan Kasus Dugaan Korupsi Videografer di Karo Penuh Emosi

Latar News - Persidangan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Amsal Christy Sitepu, videografer asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, berlangsung emosional. Di hadapan majelis hakim, Amsal menangis saat menyampaikan pembelaannya terkait tuduhan mark up biaya dalam proyek pembuatan video profil desa.

Awal Kejadian

Amsal mengungkapkan kebingungannya atas tuduhan mark up yang disematkan kepadanya. Ia menyoroti bahwa beberapa komponen biaya dalam pekerjaannya dinilai nol oleh auditor. Dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP), sejumlah item yang seharusnya memiliki nilai dianggap tidak ada, dan hal ini disetujui oleh jaksa.

Perkembangan

Dalam pembelaannya, Amsal menjelaskan rincian biaya yang dipermasalahkan, yang mencakup proses produksi video. Ia menyebutkan biaya untuk ide sebesar Rp2 juta, editing Rp1 juta, cutting Rp1 juta, dubbing Rp1 juta, dan penggunaan mikrofon sekitar Rp900 ribu. Total biaya tersebut mencapai Rp5,9 juta, namun seluruhnya dinyatakan bernilai nol oleh auditor. Dengan suara bergetar, Amsal menekankan bahwa dirinya hanya seorang pekerja di bidang ekonomi kreatif yang berusaha bertahan hidup di tengah pandemi.

Kondisi Terakhir

Amsal menyatakan bahwa ia tidak memiliki kewenangan dalam pengelolaan anggaran desa dan hanya menawarkan jasa pembuatan video. Ia mempertanyakan mengapa jasanya tidak ditolak jika dianggap mahal dan mengapa pembayaran tetap dilakukan jika dianggap tidak sesuai. Dalam kasus ini, Amsal dituntut dua tahun penjara, denda, dan kewajiban membayar uang pengganti. Ia juga mengkhawatirkan dampak kasus ini terhadap pelaku ekonomi kreatif lainnya, yang bisa membuat mereka takut untuk bekerja sama dengan pemerintah.