PKA 2026: Transformasi Birokrasi DIY Menuju Kepemimpinan Berbasis Talenta
Sumber Foto: VIVA Jogja
Nasional

PKA 2026: Transformasi Birokrasi DIY Menuju Kepemimpinan Berbasis Talenta

BANTUL, VIVA Jogja - Pemerintah Daerah DIY menegaskan arah baru dalam pengelolaan birokrasi melalui Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 yang resmi dibuka di Bandiklat Gunung Sempu, Bantul, Kamis (19/02/2026). Program ini tidak lagi dipandang sebagai agenda rutin, melainkan sebagai ajang kurasi talenta yang akan menentukan arah kepemimpinan birokrasi di masa depan.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, dalam sambutannya menekankan bahwa birokrasi tidak bisa lagi bertumpu pada rutinitas administratif semata. Menurutnya, kegagalan transisi jabatan yang kerap terjadi di organisasi publik menjadi alarm penting bahwa sistem manajemen talenta harus diperkuat. Ia mengutip riset Harvard Business Review yang menunjukkan hampir 40 persen perpindahan jabatan internal berisiko gagal karena kesalahan dalam mengidentifikasi potensi individu. Hal ini, kata Ni Made, menjadi dasar mengapa pelatihan kepemimpinan harus diposisikan sebagai strategi besar, bukan sekadar formalitas.

Ni Made menegaskan bahwa pejabat administrator di lingkungan Pemda DIY tidak boleh bekerja hanya karena takut aturan atau sekadar patuh pada prosedur. Mereka dituntut memiliki kapasitas analitis yang tajam, komitmen institusional yang kuat, serta aspirasi yang selaras dengan arah pembangunan daerah. Ia berharap PKA tidak berhenti pada keluaran administratif berupa proyek perubahan yang menumpuk di atas meja, melainkan melahirkan sosok administrator yang memiliki rasa kepemilikan terhadap kinerja organisasi.

Lebih jauh, Ni Made menyebut PKA 2026 sebagai sebuah talent acceleration platform. Para peserta yang hadir, menurutnya, sejatinya sedang masuk dalam radar pencarian bakat birokrasi. Mereka dipersiapkan untuk menjadi bagian dari talent pipeline yang akan mengisi posisi-posisi strategis di masa depan. Dengan demikian, pelatihan ini bukan hanya soal pembelajaran, tetapi juga proses seleksi dan penguatan fondasi kepemimpinan birokrasi yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Kepala Bandiklat DIY, Amin Purwani, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan akan berlangsung selama 105 hari, hingga 21 Mei 2026. Metode yang digunakan adalah blended learning, memadukan pembelajaran tatap muka dengan sistem e-learning. Kurikulum dibagi dalam tiga pilar utama, yakni pelatihan inti, dasar, dan pilihan, yang dikemas dalam lima agenda besar mulai dari Kepemimpinan Pancasila dan Nasionalisme hingga Manajemen Kinerja dan Aktualisasi Kepemimpinan.