Polemik Alumnus LPDP: Dari Unggahan Kontroversial hingga Ancaman Blacklist
Sumber Foto: MetroTVNews.com
Latar Isu

Polemik Alumnus LPDP: Dari Unggahan Kontroversial hingga Ancaman Blacklist

Jakarta - Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian netizen tertuju pada Dwi Sasetyaningtyas, seorang alumnus LPDP, setelah ia mengunggah video yang menunjukkan paspor Inggris anak keduanya. Unggahan tersebut menimbulkan berbagai reaksi negatif mengenai integritas pengabdian Tyas sebagai penerima beasiswa negara.

Kronologi Peristiwa

Masalah ini bermula dari unggahan Tyas di platform Threads, yang kini telah dihapus, di mana ia menyatakan, “Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan.” Pernyataan ini memicu kritik dari warganet yang mempertanyakan komitmennya terhadap negara. Seiring berjalannya waktu, netizen juga menggali lebih dalam latar belakang keluarganya dan menemukan hubungan dengan pejabat pemerintah.

Profil Dwi Sasetyaningtyas

Dwi Sasetyaningtyas, biasa dipanggil Tyas, menyelesaikan studi sarjana di Teknik Kimia di Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum melanjutkan pendidikan magister di Delft University of Technology, Belanda, dengan dukungan beasiswa LPDP. Setelah lulus pada 31 Agustus 2017, Tyas mendirikan Sustaination, sebuah platform yang mengedukasi masyarakat tentang gaya hidup berkelanjutan.

Hubungan Keluarga dan Kontroversi

Suami Tyas, Arya Iwantoro, juga merupakan penerima beasiswa LPDP dan diketahui memiliki koneksi dengan pejabat kementerian. Ayahnya, Syukur Iwantoro, pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian dan kini adalah Vice President Director di PT RMI. Hal ini memicu dugaan bahwa Tyas dan Arya tidak sepenuhnya transparan mengenai latar belakang ekonomi mereka.

Pengabdian yang Dipertanyakan

Netizen juga melontarkan kritik terhadap pengabdian Tyas dan suaminya yang dianggap tidak memenuhi kewajiban setelah menyelesaikan studi. LPDP menyatakan bahwa Tyas telah menyelesaikan masa pengabdiannya, tetapi menyebut ada dugaan bahwa Arya belum memenuhi kewajiban kontribusinya. LPDP kini sedang menyelidiki dugaan tersebut dan akan memanggil Arya untuk klarifikasi.

Pernyataan Maaf Tyas

Menanggapi polemik yang berkembang, Tyas menyampaikan permohonan maaf melalui media sosial. Ia menyatakan bahwa unggahannya berasal dari rasa emosional dan tidak bermaksud menyinggung perasaan orang lain. Tyas mengakui kesalahannya dalam berkomunikasi dan menyadari bahwa pernyataannya dapat ditafsirkan secara keliru.

Ancaman Blacklist dari Purbaya

Kementerian Keuangan, melalui Menteri Purbaya Yudhi Sadewa, mengancam akan memblacklist Tyas dan suaminya dari sektor pemerintahan. Purbaya menegaskan bahwa alumni LPDP yang dianggap menghina negara dapat diminta untuk mengembalikan dana beasiswa yang telah diterima. Purbaya menyebutkan bahwa pernyataan Tyas yang dinilai menghina negara sangat disayangkan, mengingat dana LPDP bersumber dari pajak rakyat.

Dengan situasi yang berkembang ini, LPDP dan pihak terkait akan terus memantau dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang terjadi.