Profil Mohammad Bagher Ghalibaf: Ketua Parlemen Iran dan Negosiator Utama dengan AS
Mohammad Bagher Ghalibaf, seorang politisi berusia 64 tahun, saat ini menjabat sebagai Ketua Parlemen Iran dan ditunjuk sebagai kepala negosiator utama untuk perundingan dengan Amerika Serikat. Sebelumnya, Ghalibaf dikenal sebagai mantan Walikota Teheran serta seorang komandan di Garda Revolusi Iran (IRGC) pada masa mudanya.
Mendukung Dialog dengan Barat
Sebelum menjabat sebagai Ketua Parlemen, Ghalibaf telah menunjukkan pendekatan yang mendukung dialog dengan negara-negara Barat selama hampir dua dekade. Dia mengklaim bahwa meskipun ia dikenal sebagai sosok garis keras, ia tetap memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dengan Barat. Dalam sebuah wawancara dengan koran The Times di London pada tahun 2008, ia menyatakan, "Saya mau Barat mengubah sikapnya terhadap Iran dan percaya pada Iran. Percayalah, ada sikap di Iran untuk memajukan isu-isu melalui dialog."
Posisi dan Tantangan dalam Teokrasi Iran
Posisi Ghalibaf dalam struktur teokrasi Iran kini berada dalam situasi yang lebih kompleks setelah serangan udara Israel yang mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Putra Khamenei, Mojtaba, kini mengambil alih posisi tersebut, namun status dan kekuatannya masih menjadi tanda tanya, terutama setelah laporan mengenai cedera yang dideritanya.
- Ghalibaf dikaitkan dengan penindakan terhadap pengunjuk rasa yang menuntut perubahan pemerintahan di Iran.
- Ia juga menghadapi tuduhan korupsi selama masa jabatannya.
- Beberapa analis berpendapat bahwa Ghalibaf dapat dilihat sebagai sosok pragmatis, meskipun banyak orang Iran yang tidak menyukainya.
Dalam konteks politik internasional, ada spekulasi bahwa Ghalibaf mungkin dianggap sebagai kandidat yang menarik bagi pihak-pihak tertentu, termasuk di dalam pemerintahan AS. Namun, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, penyebutan namanya dalam laporan media Barat dianggap sebagai upaya untuk menciptakan ketidakstabilan di dalam negeri dan memprovokasi konflik antara berbagai kekuatan politik di Iran.




