Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Mandi Kontrakan di Bantul
Sumber Foto: Headline.co.id
Asal Perkara

Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Mandi Kontrakan di Bantul

Seorang pria berinisial DS (35), yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumah kontrakannya di Dusun Wojo RT 04, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Diduga, korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali tampar yang diikatkan pada kayu di kamar mandi tersebut.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh istrinya, AR (33), ketika ia hendak memandikan anak mereka sebelum berangkat sekolah. Saat itu, AR mendapati pintu kamar mandi terkunci dan tidak ada respons saat diketuk. Untuk membuka pintu, ia meminta anaknya yang berusia tujuh tahun untuk masuk melalui celah antara pintu dan lantai. Setelah pintu terbuka, korban ditemukan dalam keadaan tergantung.

AR segera berusaha menyelamatkan suaminya dengan memotong tali menggunakan gunting dan pisau, namun saat mencoba mendudukkan korban di kursi, ia terjatuh di atas toilet dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Anak korban kemudian meminta bantuan dari David Nande Ferdianto, marbot Masjid Al Hujad, untuk melaporkan kejadian tersebut.

Setelah laporan diterima, Ketua RT 04, Fauzan Rambe, dan warga setempat, Agus Sularto, datang untuk memeriksa kondisi korban. Salah satu saksi memastikan bahwa korban sudah tidak bernyawa, dan laporan kemudian diteruskan ke Polsek Sewon. Petugas dari Polsek bersama Tim Inafis Polres Bantul serta tim medis dan PMI segera melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dr. Deni Anggoro, korban diperkirakan meninggal kurang dari 12 jam sebelum ditemukan. Ditemukan bekas jeratan di bagian leher depan tanpa adanya tanda-tanda kekerasan lainnya. Iptu Rita Hidayanto, Kepala Seksi Humas Polres Bantul, mengonfirmasi bahwa korban dipastikan meninggal akibat bunuh diri.

Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut dan menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah korban direncanakan akan dibawa pulang ke Tasikmalaya untuk dimakamkan. Korban diketahui telah tinggal di kontrakan tersebut selama sekitar dua tahun dan bekerja sebagai wiraswasta dengan berjualan pecel lele di sekitar Masjid Nurul Hujad Wojo bersama istrinya.

Menurut keterangan dari kakak korban, Ujang Syarip Hidayat, DS sering mengeluhkan masalah ekonomi dan memiliki utang yang harus dilunasi. Istri korban juga menyebutkan bahwa setelah berjualan pada malam sebelumnya, DS sempat mengonsumsi minuman keras dan terjadi cekcok di antara mereka sebelum korban memilih untuk beristirahat.

Peristiwa ini menjadi perhatian akan pentingnya mengenali tanda-tanda depresi dan masalah kesehatan mental. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala depresi atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup, segera konsultasikan dengan profesional kesehatan mental.