Thomas Djiwandono Berkomentar tentang Minimnya Pengalaman Moneter di Bank Indonesia
Jakarta – Thomas Djiwandono, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih untuk periode 2026-2031, mengakui bahwa ia tidak memiliki latar belakang di bidang moneter. Namun, ia percaya bahwa kapabilitas lain yang dimilikinya dapat melengkapi perannya di otoritas moneter tersebut.
Dalam sebuah media briefing yang berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2026, Thomas menjelaskan, "Bahwa saya tidak memiliki pengalaman moneter, saya tidak bisa pungkiri. Tapi, saya memiliki kapabilitas yang lain, yang bisa melengkapi." Sebagai mantan Wakil Menteri Keuangan, ia merasa pengalaman fiskal yang dimilikinya selama sekitar 1,5 tahun cukup untuk mendukungnya dalam peran sebagai Gubernur BI dan anggota Dewan Gubernur BI.
Thomas menekankan pentingnya kolaborasi dengan Gubernur BI Perry Warjiyo, jajaran Dewan Gubernur, serta seluruh organisasi BI. Ia menyatakan, "Saya enggak melihat itu sebagai sesuatu kekurangan. Kalau itu saya merasa kurang, lebih baik saya nggak maju. Tetapi, saya merasa saya bisa."
Ia juga menyebutkan bahwa pemahaman tentang isu-isu moneter telah dipelajarinya saat menempuh pendidikan magister di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional di School of Advanced International Studies, Johns Hopkins University. Thomas mengutip sosok Timothy Geithner, yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan AS, sebagai salah satu contohnya.
Selain itu, Thomas menjelaskan bahwa karier awalnya di berbagai lembaga keuangan memberinya pemahaman yang baik tentang pengelolaan surat utang. Pengalaman tersebut semakin diperkuat saat ia menjabat di Kementerian Keuangan, di mana ia terlibat dalam penanganan investasi dan surat utang negara.
Thomas juga menyadari bahwa latar belakang politiknya dan hubungan keluarga dengan Presiden Prabowo Subianto dapat memicu persepsi tertentu di masyarakat. Namun, ia berharap publik dapat menilai berdasarkan rekam jejak profesional yang dimilikinya. "Saya juga ada rekam profesionalisme dan itu hanya bisa dibuktikan nanti saat saya ada di situ," tutupnya.




